Estoronesia: Agustus 2020

Jumat, 21 Agustus 2020

MATERI PELAJARAN PAI SD KELAS 6 PELAJARAN KE-3: INDAHNYA NAMA-NAMA ALLAH

 


A. ASMA’UL HUSNA AS-SAMAD, AL-MUQTADIR, AL-MUQADDIM DAN AL-BAQI

1. As-Samad

As-Samad artinya Yang Maha Dibutuhkan (tempat meminta). Allah Maha Dibutuhkan, Allah tempat meminta dan Allah tempat manusia bersandar. Hanya kepada Allah-lah kita berdoa dan memohon apa yang kita inginkan. Dalam Qs. Al Ikhlas dijelaskan tentang sifat As-Samad Allah. Bahwa Allah itu Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu.

2. Al-Muqtadir

Al-Muqtadir artinya Yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan. Alam semesta beserta isinya ada di bawah kekuasaan Allah SWT. Gunung-gunung yang tinggi, sungai yang panjang berliku, tumbuhan, hewan yang di darat maupun yang di laut semuanya terjadi dan ada atas kuasa Allah. Kekuasaan Allah tidak terbatas, meliputi seluruh alam semesta.

3. Al-Muqaddim

Al-Muqaddim artinya Yang Maha Mendahulukan. Allah Maha Mendahulukan atas apa yang diciptakan. Allah telah ada sebelum alam semesta ini ada. Sebagai pencipta seluruh alam ini, keberadaan Allah lebih dulu ada dari yang diciptakan-Nya.

4. Al-Baqi

Al-Baqi artinya Yang Maha Kekal. Allah akan tetap ada kekal abadi selamanya. Berbeda dengan makhluk yang bersifat fana pada akhirnya akan musnah. Manusia, hewan , tumbuhan dan seluruh alam ini akan binasa.

Allah Berfirman:

“semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu Yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. QS. Arrahman/55: 26-27)

B. MENGAKUI NAMA-NAMA ALLAH YANG INDAH DALAM KEHIDUPAN

1. Mengakui Sifat As-Samad

Sikap yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengakuan kita atas sifat as-Samad Allah antara lain:

  • Menjadikan Allah sebagai tempat meminta atas segala keinginan kita yang baik.
  • Berusaha menjadi orang yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
  • Berusaha membantu teman, di sekolah ataupun di rumah dengan tenaga pikiran dan tutur kata yang santun.

2. Mengakui Sifat Al-Muqtadir

Allah Maha Kuasa dan Maha Menentukan atas segala apa yang terjadi. Baik peristiwa yang menyenangkan maupun yang menyedihkan semua terjadi atas kehendak Allah. Wujud pengakuan kita terhadap sifat Al-Muktadir Allah yang dapt kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat berlindung.
  • Berlomba-lomba untuk beramal soleh, karena kita tidak tahu kapan bencana akan datang.

Allah berfirman dalam QS. Yasin/36:82:

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya ‘jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.” 

3. Mengakui Sifat Al-Muqaddim

Allah Maha mendahulukan atas segala apa yang Dia ciptakan. Sebagai bukti pengakuan kita terhadap sifat al-Muqaddim Allah dalam perilaku kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Kita harus berusaha menjadi yang terdepan dalam berbuat kebaikan dan beramal saleh.
  • Mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk masa depan
  • Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia dan merugikan orang lain.
  • Jangan menunda-nunda pekerjaan, terutama belajar.
  • Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.

4. Mengakui Sifat Al-Baqi

Allah Maha Kekal. Allah akan tetap abadi selamanya. Sedangkan kita manusia dan semua makhluk di dunia ini akan binasa. Sikap kita dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan atas pengakuan terhadap sifat Allah al-Baqi adalah:

  • Memperbanyak amal kebaikan selagi masih hidup di dunia.
  • Ikhlas dalam beramal saleh
  • Tidak berputus asa dan tetap berharap rahmat dari Allah
  • Menjaga kelestarian lingkungan sekitar.


MATERI PELAJARAN PAI KELAS 5 SD PELAJARAN KE-3 : CITA-CITAKU MENJADI ANAK SOLEH

 













Sholeh artinya baik. Anak sholeh berarti anak yang baik. Sifat dan karakter anak yang sholeh dan sholehah antara lain:

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. 
  2. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
  3. Menjaga solat dan ibadah lainnya.
  4. Berbakti kepada orang tua.
  5. Cinta terhadap ilmu

Satu bukti keimanan seseorang selain taqwa kepada Allah SWT yaitu kejujuran. Karena setiap orang mukmin/beriman pasti jujur. Jika tidak jujug, maka keimanannya sedang terserang penyakit kemunafikan.

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah : “apakah smungkin seorang mukmin itu kikir?” Rasulullah menjawab : ”mungkin saja.”

Sahabat bertanya lagi : “apakah mungkin seorang mukmin bersifat pengecut?” Rasulullah menjawab: “Mungkin saja.”

Sahabat bertanya lagi : “apakah mungkin seorang mukmin berdusta?” Rasulullah menjawab :”Tidak” (HR. Imam Malik dalam kitab Al Muwaththo’)

Hadist di atas menegaskan bahwa seorang mukmin tidak mungkin melakukan kebohongan. Kejujuran adalah pangkal semua perbuatan baik manusia. Tidak ada perbuatan dan ucapan yang baik kecuali kejujuranlah yang mendasarinya.

A. Orang Jujur Disayang Allah

Ada 3 jenis kejujuran:

Pertama, jujur kepada Allah; contohnya adalah menaati perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya

Kedua, jujur kepada diri sendiri; contohnya adalah berperilaku sesuai dengan bisikan hati. Siakp jujur harus dibiasakan, karena kejujuran dapat meningkatkan prestasi dan rasa percaya diri.

Ketiga, jujur kepada orang lain; contohnya adalah menepati janji

 Jujur berarti benar. Perilaku jujur adalah mengatakan hal yang sebenarnya dan melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan, tidak ditambah-tambah atau dikurangi. Orang yang jujur percaya bahwa Allah melihat semua perilaku dan ucapannya.


Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar!” (QS. Al-Ahzab:70)


Rasulullah bersabda:

Dari Abdullah bin  Mas’ud r.a. ia berkata; Rasulullah SAW bersabda 

“hendaklah kalian selalu berbuat jujur, karena kejujuran akan membawa kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seseorang selalu berbuat jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang berbuat kejahatan dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan  maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).


Makna yang terkandung dari ayat  dan hadist di atas adalah bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu berkata yang benar. Tidak termasuk orang yang beriman jika kita berkata bohong. Tidak disebut orang bertakwa jika selalu berbuat curang. Sebab orang yang berbohong dan berbuat curang tidak yakin jika Allah mengetahui kebohongan dan kecurangannya. 


Berbagai manfaat berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Perilaku jujur menjadikan diri lebih tenang dan tidak was-was.
  2. Mendapatkan empati dan simpati dari orang lain.
  3. Mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
  4. Terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh Allah.
  5. Menjadikan pribadi yang tanggung jawab, amanah, dan dapat dipercaya.
  6. Terhindar dari sifat munafik.
  7. Mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah.
  8. Semakin mendekatkan diri pada pintu surga.
  9. Menimbulkan sikap optimis dalm menjalani kehidupan di dunia.


B. Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru

Manusia tidak dapat hidup sendirian. Kita membutuhkan bantuan orang lain. Olah karenanya kita harus saling menghormati. Sikap hormat kepada semua orang, saudara, tetangga, teman guru dan orang tua kita.


Siapa orang yang harus paling kita hormati?. Orang yang banyak jasanya kepada kita harus kita hormati. Mereka adalah orang tua kita, guru dan anggota keluarga kita. 

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah solat dan tunaikanlah zakat. Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang”. (QS. Al-Baqarah/2:83)


1. Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua

Ayah dan Ibu merupakan orang yang pertama berjasa kepada kita. Ibu mengandung kita selama lebih dari sembilan bulan dengan penuh kepayahan. Setelah lahir, Ibu merawat dan mengasuh kita dengan penuh kasih sayang. Demikian juga Ayah yang tiada lelah bekerja setiap hari untuk menafkahi kita.

Ayah dan Ibu adalah orang pertama yang harus kita hormati. Semua nasihatnya harus kita patuhi. Seorang anak tidak boleh membangkang kepada orang tua atau bersikap tidak sopan kepada mereka. Ana yang membangkang kepada orang tua disebut anak durhaka. Durhaka kepada orang tua hukumnya dosa besar.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Keridhoan Allah tergantung kepada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan allah tergantung kepada kemurkaan kedua orang tua.” (HR.Tirmizi)


Untuk menghormati orang tua dapat dilakukan dengan cara; menyayangi keduanya, mendo’akan, mendengarkan nasihatnya dan membatu sesuai dengan kemampuan kita. Demikian halnya jika orang tua kita sudah meninggal dunia, yang dapat kita lakukan utuk menghaormati mereka adalah dengan mendo’akan mereka.


2. Hormat dan Patuh Kepada Guru

Guru merupakan pengganti orang tua di sekolah. Banyak hal yang dapt kita peroleh dari guru, terutama mendapat ilmu pengetahuan dan keteladanan. Guru telah mengajari kita dan membimbing kita beribadah, membaca al Qur’an, berbahasa dengan baik, berhitung, bergaul, mengenal lingkungan alam, mengenal seni dan sebagainya. Sudah seharusnya kita bersikap setia, hormat dan patuh kepada mereka.

Contoh sikap hormat kepada guru antara lain:

  • Berbicara dengan sikap santun
  • Berbahasa yang baik dan benar
  • Rendah hati tidak sombong
  • Tidak meras lebih pintar
  • Mengucapkan salam ketika bertemu serta bersikap ramah
  • Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru

C. Indahnya Saling Menghormati

Tasamuh secara bahasa artinya tenggang rasa. Menurut istilah Tasamuh adalah saling menghormati dan saling menghargai antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Manusia tidak dapat hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (makhluk sosial). Oleh karena saling membutuhkan maka kita harus menjaga hubungan antar sesama dengan cara saling menghormati.

Rasulullah SAW bersabda:

“Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Muslim)

Dalam hadis tersebut Rasulullah menyerukan pentingnya hidup berdampingan secara rukun seperti saudara. Dengan sikap tasamuh/hormat-menghormati maka kita akan memiliki banyak teman dan saudara. Sikap tasamuh antara lain dapat kita lakukan terhadap:

a. Terhadap teman; tidak pilih kasih, tidak membeda-bedakan pangkat, jabatan dan kekayaan.

b. Terhadap sesma orang Islam;

Rasulullah bersabda:

“kamu akan melihat orang-orang beriman saling menyayangi, saling mencintai, saling mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu bagian anggota tubuh sakit, maka bagian yang lain akan merasakannya dengan tidak dapat tidur dan badan panas.” (HR. Bukhari Muslim)

c. Terhadap Non-Muslim

Islam adalah sebaik-baik umat yang diciptakan oleh Allah. Untuk itu dalam pergaulan kita hendaknya bersikap sesuai dengan tuntunan agama agar bisa menjadi contoh bagi umat agama lain. Terhadap orang yang berbeda keyakinan kita harus tetap saling menghormati. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Kafiruun:

“untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al-Kafiruun/109:6)

Secara garis besar fungsi Tasamuh/tenggang rasa atau saling menghormati adalah:

  1. Menjadikan kita banyak saudara
  2. Urusan yang dihadapi akan menjadi lebih mudah
  3. Kesulitan yang dihadapi akan teratasi
  4. Suasana dengan teman menjadi akrab layaknya sebuah keluarga.


Rabu, 19 Agustus 2020

MATERI PELAJARAN PAI KELAS 4 SD PELAJARAN KE -3; AKU ANAK SOLEH


A. ANAK JUJUR DISAYANG OLEH ALLAH

Dalam Bahasa Arab, jujur disebut “as sidqu” atau “sidiq” yang berarti benar, nyata atau berkata benar. Lawan katanya adalah “al-kadzibu” yang berarti dusta.

Secara istilah, jujur/as-sidqu memiliki empat makna yaitu:

  1. Kesesuaian antara perkataan dan perbuatan 
  2. Kesesuaian antara informasi dan  kenyataan
  3. Ketegasan dan kemantapan hati
  4. Sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan.


Macam-Macam Jujur:

  1. Jujur dalam niat atau berkehendak yaitu niat hanya karena Allah.
  2. Jujur dalam perkataan/lisan, yaitu apa yang diucapkan sesuai dengan kenyataan yang ada.
  3. Jujur  dalam perbuatan.


Kejujuran adalah fondasi tegaknya nilai-nilai kebenaran karena kejujuran identik dengan kebenaran. 

Allah berfirman:

 “ wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah SWT dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab/33:70)


Kejujuran adalah petunjuk jalan menuju ke syurga, sedangkan dusta adalah petunjunk menuju jalan ke neraka. Jujur merupakan sifat para nabi dan rasul. Sedangkan dusta merupakan ciri dan sifat orang munafik.

Ciri orang munafik ada 3, yaitu: jika berkata dusta, jika dipercaya berhianat dan jika berjanji mengingkari.

Kejujuran akan menciptakan ketenangan, kedamaian, keselamatan, kesejahteraan dan kenikmatan lahir dan batin baik di dunia maupun di akherat kelak. Sedangkan kebohongan menimbulkan kegelisahan, konflik, kekacauan dan kesengsaraan lahir dan batin baik di dunia maupun di akheta nanti.

Manfaat berperilaku jujur:

  1. Hati menjadi tentram
  2. Permasalahan dapat segera terselesaikan
  3. Dipercaya orang lain
  4. Terbiasa dengan perilaku terpuji


B. AMANAH

Amanah berasal dari kata amuna-ya’munu-amanan-amanatan yang berati jujur atau dapat dipercaya. Amanah juga dapat diartikan sesuatu yang dipercayakan atau titipan.


Allah berfirman:

“sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab:72)


Maksud amanah dalam ayat di atas adalah seluruh apa yang dipercayakan Allah kepada manusia mencakup seluruh perintah dan larangan-Nya juga seluruh karunia yang diberikan kepada manusia.

Dalam QS. An-Nisa Ayat 59 Allah menjelaskan bahwa amanat itu segala sesuatu yang dipercayakan kepada manusia dan diperintahkan untuk dikerjakan. Dalam ayat ini Allah memrintahkan hamba-Nya untuk menyampaikan amanat secara sempyrna, utuh, tidak menulur-ulur waktu/ menunda kepad yang berhak. Amanat itu dapat berupa perwalian, harta benda, rahasia dan perintah yang yang hanya diketahui oleh Allah.

Dari ayat-ayat di atas, terlihat adanya indikasi bahwa menunaikan amanah merupakan salah satu sifat orang mukmin (orang beriman). Menunaikan amanah adalah hukumnya wajib. Sedangkan berhianat merupakan suatu larangan, hukumnya adalah haram.

Rasulullah telah memberikan teladan sifat amanah. Salah satunya adalah ketika Beliau masih berusia 12 tahun, mulai berdagang ke Negeri Syam bersama dengan Pamannya. Dalam berdagang Beliau selalu bersikap amanah (terpercaya). Barang dagangan yang dititipkan kepadanya dijaga dengan baik. Karena sikap kejujurannya Beliau mendapat gelar Al-Amin artinya orang yang dapat dipercaya.

Rasulullah menonjol di tengah kaumnya karena perkataannya yang lemah lembut., ahlaknya yang utama, sifat-sifatnya yang mulia. Beliau adalah orang yang paling utama kepribadiannya. Sebagai umatnya, sebagai seorang siswa kita harus senantiasa meneladani perilaku Rasulullah, seperti :

  1. Rajin belajar
  2. Mengerjakan tugas dari sekolah
  3. Menjaga nama baik orang tua, guru dan sekolah.


Macam-macam Amanah:

  1. Amanah manusia terhadap Tuhan, yaitu semua ketentuan Tuhan yang harus dipelihara, meaksanakan semua perintah Allah dan menajauhi semua yang di larang. Termasuk menggunakan seluruh karunia yang diberikan untuk berbuat kebaikan. Berbuat dosa dan maksiat termasuk perbuatan berkhianat kepada Allah SWT.
  2. Amanah manusia kepada orang lain, contohnya adalah mengembalikan titipan kepada yang berhak,  tidak menipu dan berlaku curang, menjaga aib orang lain.
  3. Amanah manusia terhadap diri sendiri, yaitu berbuat sesuatu yang terbaik dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain, baik urusan dunia maupun urusan akherat.


C. HORMAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA


Ayah dan Ibu telah berjasa mengasuh dan memlihara kita. Kita harus patuh kepada mereka berdua karena keridhoan Allah tergantung ridho dari kedua orang tua. Hormat dan patuh kepada orang tua merupakan perintah Allah dan hikumnya wajib.

Allah berfirman:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik) kepada kedua orang Ibu Bapaknya; Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun, Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kalian akan kembali.” (QS. Al-Lukman: 14)


Beberapa contoh sikap anak menghormati kedua orang tua antara lain:

  1. Patuh dan taat bila di nasihati
  2. Selalu beramal soleh, karena itu merupakan harapan dari orang tua
  3. Membantu orang tua sesuai dengan kemampuannya
  4. Selalu mendo’akan kedua orang tua, terutama bagi yang orang tuannya telah meninggal dunia, maka tidak ada cara untuk berbuat baik kepada mereka kecuali mendo’akannya.

Do’a untuk kedua orang tua:


رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا


“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil.”

D. HORMAT DAN PATUH KEPADA GURU

Kepada guru kita juga diwajibkan untuk berbuat baik dan patuh serta menghormati. Guru telah berjasa mendidik dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Menghormati guru dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mengucapkan salam saat bertemu, bersalaman dan bersikap ramah.
  2. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
  3. Mendengarkan dan menaati nasihat dari guru.
  4. Berbicara sopan kepada guru
  5. Memperhatikan saat diterangkan saat pembelajaran di kelas.


E. SANTUN DAN MENGHARGAI TEMAN

Santun berarti halus budi, baik bahasa dan sopan tingkah lakunya. Orang yang santun biasanya sabar, tenang, dan suka menolong. Menghargai berarti menghormati, mengindahkan dan memandang penting kepada orang lain/teman.

Allah Maha Pengasih, maha Penyayang, Maha Pemaaf, Maha Penyantun kepada semua mahluk-Nya.

Allah berfirman:

“ Dia-lah Yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al Qur-an). Supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.” (QS. Al-Hadid: 9)


Beberapa contoh sikap santun kepada teman antara lain:

  1. Mengucapkan salam saat bertemu dengan ramah. Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu sekali-sekali meremehkan sesuatu kebaikan, walaupun hanya dengan muka manis bila kamu bertemu dengan saudaramu.” (HR. Musli dari Abu Dzar r.a)
  2. Berbicara dengan lembut dan tenang, tidak berbicara kasar.
  3. Perduli terhadap kondisi teman dan suka menolong jika mereka dalam kesulitan.
  4. Berteman tanpa pilih kasih atau pandang bulu.
  5. Tidak mencela dengan perkataan yang buruk (membully)
  6. Rendah Hati
  7. Mengucapkan terima kasih jika sudah di beri bantuan
  8. Minta maaf jika melakukan kesalahan
  9. Tidak mengambil hak orang lain
  10. Memberikan ucapan selamat dan doa kebaikan.


PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

A. LATAR BELAKANG Dalam kehidupan kampus, khususnya kehidupan kampus Universitas Islam Negeri Malang, dalam keseharianya sangat banyak kebia...